SURAKARTA — Program Studi Teknik Mesin (JTM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam merespons perkembangan teknologi otomotif masa depan. Pada Kamis hingga Jumat (30-31 Juli 2026), jajaran pendidik dan tenaga kependidikan JTM UMS menjalani kegiatan Sertifikasi Keahlian Kendaraan Listrik yang diselenggarakan secara resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan yang berlangsung di area kampus Teknik Mesin UMS ini diikuti oleh total 10 peserta, yang terdiri dari 8 orang dosen dan 2 orang laboran. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus memiliki standar kompetensi nasional yang diakui, khususnya dalam bidang Electric Vehicle (EV) yang kini menjadi fokus transisi energi global.

Selama dua hari pelaksanaan, para dosen dan laboran diuji langsung oleh jajaran asesor berlisensi dari BNSP. Proses sertifikasi ini mencakup dua tahapan utama, yakni uji kompetensi teori dan uji praktik. Peserta dievaluasi pemahamannya mengenai regulasi keselamatan tegangan tinggi, sistem kelistrikan dasar, manajemen baterai (BMS), motor traksi, hingga pemeliharaan sistem kendaraan listrik secara keseluruhan.
“Keikutsertaan 8 dosen dan 2 laboran dalam sertifikasi BNSP ini adalah wujud nyata kesiapan Teknik Mesin UMS dalam menyambut era elektrifikasi otomotif. Dengan tenaga pengajar dan fasilitas lab yang dikelola oleh personel tersertifikasi, kami dapat memastikan bahwa ilmu yang ditransfer kepada mahasiswa adalah pengetahuan yang valid, mutakhir, dan sesuai dengan standar kebutuhan industri saat ini,” ungkap perwakilan dari Program Studi Teknik Mesin UMS.
Sertifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, di mana dosen didorong untuk memiliki sertifikat kompetensi profesi yang diakui oleh industri dan negara. Bagi laboran, sertifikasi ini sangat krusial guna menunjang standar operasional prosedur (SOP) dan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat mahasiswa melakukan praktikum bongkar pasang maupun riset komponen kendaraan listrik di laboratorium.
Ke depannya, Teknik Mesin UMS berencana untuk terus mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik ke dalam kurikulum pembelajaran dan riset kampus. Dengan tuntasnya program sertifikasi ini pada hari ini, Jumat (31/7), diharapkan Teknik Mesin UMS semakin mantap dalam mencetak lulusan-lulusan unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator tangguh di industri kendaraan ramah lingkungan.