Kemajuan suatu negara dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat dipengaruhi oleh sebuah literasi yang dilaksanakan oleh Negara tersebut. Sehingga untuk dapat melaksanakan hal tersebut maka suatu negara harus gencar dalam melaksanakan program-program yang berkenaan dengan literasi. Oleh sebab itu, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Kopi Darat Nasional (Kopdarnas), Jumat-Minggu (9-11/12/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut memiliki beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Seminar Nasional  Gerakan Literasi Untuk Bangsa Berkemajuan, ramah tamah pegiat literasi, sesi sharing terkait literasi, hingga dilaksanakan pula city tour. Namun untuk tema yang diambil secara umum dalam rangkaian kegiatan tersebut yaitu “Berkumpul, Berbagi, dan Bergerak Bersama”.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS mengatakan bahwa kegiatan literasi merupakan salah satu aspek penting dalam kemajuan bangsa, namun hal ini jarang dibicarakan. Dia juga berpendapat bahwa jika kita ingin berkontribusi untuk negara melalui literasi bisa dilakukan dari keluarga kita terlebih dahulu.

“Ini penting dijadikan momentum dalam memberikan kontribusi bagi negara kita. Literasi ini juga bisa kita mulai dengan memberikannya ke keluarga kita dulu kemudian baru ke lingkungan yang lebih tinggi,” ungkapnya dalam sambutannya tersebut.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pula penandatanganan MOU dalam hal kerjasama perpustakaan antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penandatanganan MOU tersebut menjadi bukti nyata bahwa kegiatn literasi, khususnya yang dilakukan oleh MPI PP Muhammadiyah mendapatkan dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional. Bahkan dukungan tersebut juga ditunjukkan dengan adanya simbolis penyerahan buku bantuan yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional kepada 9 komunitas pegiat literasi.

Dari kerjasama yang telah dilakukan terebut, Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M selaku Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berharap melalui kegiatan ini nantinya dapat melahirkan banyak volunteer yang dapat menjembatani masyarakat yang tidak bisa terkoneksi dengan perpustakaan.

“Harapan kami agar semakin banyak pegiat literasi yang bisa menjadi volunteer-volunter yang dapat menjembatani masyarakat yang tidak bisa terkoneksi dengan perpustakaan,” harapnya ketika diwawancarai.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bapak Presiden atas kebijakan yang telah dibuatnya. “Dan kita juga harus berterimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang membuat kebijakan setiap tanggal 17 setiap bulan kita mengirimkan buku oleh donator dan siapa saja yang memiliki kelebihan buku kepada saudara-saudara kita di daerah terpencil,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si juga berharap melalui kerjasama tersebut semoga dapat menjadikan semangat bagi para pegiat literasi dalam melaksanakan kegiatan literasi di masyarakat.

“Dengan adanya kerjasama ini mudah-mudahan menjadikan semangat kepada para pegiat literasi untuk menjadikan literasi ini menjadi kegiatan yang ada di masyarakat secara luas, terutama bagi anggota Muhammadiyah,” tuturnya. (Khairul)

 

Tags: